Bermain Penting Bagi anak, KENAPA?
Apa hal yang paling menyenangkan yang Anda lakukan di masa kanak-kanak? Sudah pasti jawabannya bermain. Ya, bermain adalah aktivitas yang sudah seharusnya dilakukan si kecil. Bahkan setelah duduk di bangku sekolah pun, anak tetap membutuhkan waktu untuk bermain.
Menurut Saskhya Aulia Prima ,M.Psi, psikolog dari TigaGenerasi, pekerjaan utama anak salah satunya bermain. Kegiatan ini juga memiliki kaitan yang kuat dengan perkembangan psikologis anak.
"Apalagi pada usia delapan tahun ke bawah, serabut otak dalam fase menyambung sehingga harus terus dilatih. Sama seperti otot kalau tidak dilatih dia tidak akan terbentuk," ujar Saskhya, ditemui di acara Peluncuran Mainan Baru Early Learning Centre (ELC) bertajuk Mainan Edukasi Untuk Kekuatan Emosi dan Karakter Anak.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bermain tak hanya aktivitas yang menyenangkan bagi anak, namun juga salah satu cara melatih otak agar si kecil siap belajar, bukan dalam hal akademik saja, melainkan juga belajar menangani emosi dan segala hal yang akan membantunya menjalani hidup sehari-hari.
Apalagi, saat bermain anak senang dan tidak stres sehingga mudah menerima informasi baru yang akan melatih otaknya. Beberapa aspek yang dikembangkan dengan bermain adalah emosi, motorik, sosial dan pengetahuan.
"Bermain juga sangat memengaruhi perkembangan karakter anak. Tapi dengan catatan mereka melakukannya memang karena mereka senang dan menginginkannya. Jadi kalau anak disuruh melakukan sesuatu dan dia tidak senang, itu namanya bukan bermain," jelas Saskhya.
Beberapa karakter positif yang dapat dilatih dengan bermain antara lain adalah ketekunan, kemandirian dalam menyelesaikan masalah, kedisiplinan, empati dan kreatifitas.
Tentu, dalam hal ini mainan memiliki peranan penting dalam perkembangan psikolog anak. Dengan menyediakan banyak mainan di rumah, bukan berarti orang tua memanjakan anak, tetapi menciptakan lingkungan yang memberi kesempatan si kecil untuk bereksplorasi.
"Selain itu, mainan juga bermanfaat memberikan variasi kegiatan bagi anak serta sebagai alat bantu memotivasi anak untuk belajar," ujar dia.
Menurut Saskhya Aulia Prima ,M.Psi, psikolog dari TigaGenerasi, pekerjaan utama anak salah satunya bermain. Kegiatan ini juga memiliki kaitan yang kuat dengan perkembangan psikologis anak.
"Apalagi pada usia delapan tahun ke bawah, serabut otak dalam fase menyambung sehingga harus terus dilatih. Sama seperti otot kalau tidak dilatih dia tidak akan terbentuk," ujar Saskhya, ditemui di acara Peluncuran Mainan Baru Early Learning Centre (ELC) bertajuk Mainan Edukasi Untuk Kekuatan Emosi dan Karakter Anak.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bermain tak hanya aktivitas yang menyenangkan bagi anak, namun juga salah satu cara melatih otak agar si kecil siap belajar, bukan dalam hal akademik saja, melainkan juga belajar menangani emosi dan segala hal yang akan membantunya menjalani hidup sehari-hari.
Apalagi, saat bermain anak senang dan tidak stres sehingga mudah menerima informasi baru yang akan melatih otaknya. Beberapa aspek yang dikembangkan dengan bermain adalah emosi, motorik, sosial dan pengetahuan.
"Bermain juga sangat memengaruhi perkembangan karakter anak. Tapi dengan catatan mereka melakukannya memang karena mereka senang dan menginginkannya. Jadi kalau anak disuruh melakukan sesuatu dan dia tidak senang, itu namanya bukan bermain," jelas Saskhya.
Beberapa karakter positif yang dapat dilatih dengan bermain antara lain adalah ketekunan, kemandirian dalam menyelesaikan masalah, kedisiplinan, empati dan kreatifitas.
Tentu, dalam hal ini mainan memiliki peranan penting dalam perkembangan psikolog anak. Dengan menyediakan banyak mainan di rumah, bukan berarti orang tua memanjakan anak, tetapi menciptakan lingkungan yang memberi kesempatan si kecil untuk bereksplorasi.
"Selain itu, mainan juga bermanfaat memberikan variasi kegiatan bagi anak serta sebagai alat bantu memotivasi anak untuk belajar," ujar dia.








0 komentar:
Posting Komentar