Kesalahan Penggunaan Antibiotik Di Lingkungan Masyarakat



Sekitar 64 persen dari 10.000 orang mengatakan mereka mengetahui tentang resistensi antibiotik namun tidak memahami dengan baik penyebabnya. Ha ini diketahui dalam survei yang dilakukan WHO beberapa saat lalu di 12 negara.

Masyarakat mengetahui memang bila resistensi antibiotik dapat memengaruhi diri dan keluarga mereka namun mengenai bagaimana dan mengatasi hal tersebut tak dipahami dengan baik.

Lalu, sekitar 32 persen masyarakat percaya jika konsumsi antibiotik boleh dihentikan ketika sudah merasa lebih baik. Padahal, konsumsi antibiotik harus sesuai dengan resep dokter. Jika dokter mengatakan untuk dihabiskan, harus dikonsumsi terus walau sudah merasa baik.

Hasil penelitian ini diungkapkan dalam peluncuran kampanye terbaru WHO yang bertajuk Antiobiotics: Handle with Care. Kampanye yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman tentang antibiotik dan pengubahan cara antibiotik yang tepat.

"Temuan ini sangat mendesak untuk meningkatkan pemahaman masyrakat tentang penyebab resistensi antibiotik," ungkap Special Representative of the Director-General for Antimicrobial Resistance, Keiji Fukuda.

Fukuda juga mengungkapkan kerjasama dengan pemerintah, otoritas kesehatan dan mitra lain sangat penting untuk mengurangi resistensi antibiotik seperti diungkapkannya dalam rilis pers di laman resmi WHO dikutip, Selasa (17/11/2015).

Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri berubah dan menjadi resisten terhadap antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi di tubuh mereka.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Posting Komentar